Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mahmud bin Sabaktakin

Tahukah Anda, siapakah pahlawan Islam yang mampu membebaskan wilayah seluas apa yang sudah dilakukan Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu?
.
Dia menginjakkan kakinya dan menambatkan kuda perangnya di tempat-tempat yang belum pernah disentuh oleh kaum muslimin sebelumnya. Panji-panji tauhid ia kibarkan. Patung-patung, berhala-berhala, semua sesembahan selain Allah, ia hancurkan.
.
Sosok agung yang kali ini kita bahas adalah Mahmud bin Sabaktakin rahimahullah. Panglima Islam penakluk dunia yang sangat melegenda. Ia dikenal sebagai seorang sulthan yang zuhud, pemimpin yang adil, mujahid mulia, pemebebas India.
.
Ia adalah pejuang aqidah ahlus sunnah wal jama’ah. Pada masanya, Islam semakin mulia. Sunnah-sunnah dihidupkannya dan bid’ah-bid’ah ia tinggalkan. Bersama para ulama yang dimuliakannya, Sulthan Mahmud membantah syubahat-syubhat Mu’tazilah dan Syi’ah Rafidhah. Karena kepemimpinannya yang adil, sehingga ia sangat disegani rakyatnya. Tidak ada seorang pun yang berani melakukan maksiat secara terang-terangan selama Mahmud berkuasa.
.
Di bidang militer, salah satu prestasinya yang menonjol adalah ketika Sulthan Mahmud hendak membebaskan sebagian daerah Hindia yang belum ia kuasai. Tantangan kali ini cukup sulit karena ia harus berhadapan dengan pasukan gajah. Untuk mengatasi masalah tersebut, ia membuat senjata untuk pasukan berkuda. Jumlah senjata canggih yang baru dibuatnya itu mencapai jumlah 100 ribu unit.
.
Setelah berhasil memenangkan pertempuran atas musuh-musuhnya, ia mendapatkan gajah-gajah mereka sebagai ghanimah. Sejak saat itu, reputasinya pun semakin meningkat sampai sejarah mencatat satu peristiwa yang menakjubkan, “Mauqi’ah Sunamaat.”
.
“Sunamaat” adalah berhala terbesar yang sangat diagung-agungkan orang India. Mereka sempat menantang sang sulthan dengan menyebut bahwa “tuhan” mereka itu dapat menghancurkan siapa dan apa saja yang dimurkainya. Sulthan Mahmud Sabaktakin, bersama para tentaranya, bersiap hendak menghancurkan “Sunamaat”.
.
Ketika hendak dihancurkan, orang-orang India mencegah mereka dan menawarkan sejumlah harta kepada Sulthan. Tapi, apa jawab sang sulthan?
“Sungguh, di akhirat nanti, aku ingin dipanggil dengan sebutan Mahmud “Kaasiru ash Shanam” (sang penghancur berhala). Dan aku tidak mau dipanggil dengan “Taariku Shanam Muqaabil Maal” (membiarkan berhala untuk mendapat secuil harta).

Posting Komentar untuk "Mahmud bin Sabaktakin"